Kitat Mas Bird Farm | Sold Out, Rabu, 22 April 2020 | Perkutut Ring Kitat Mas BF 052 |

Kehendak Alloh tiada terbantahkan, meski sama-sama dalam bidang peternakan rejeki pasti dibedakan. Kata orang jawa "nyambut gawe ole podo rejeki bedo" kiasan tersebut telah terbukti pada kehidupan manusia dan makhluk hidup seluruh alam. Alhmadulillah telah sold out perkutut lokal dengan bunyi spesial dengan pembeli yang sama yang suka perkutut.

29-03-2020 | Kitat Mas Bf | Sold Out Puter Pelung Trah Putih ke Pak Modin Ketawang

Kiri = Pembelinya, kanan= , Pemilik Kitat Mas Bird Farm
Berbagai macam hybrid diantaranya dari jenis burung puter, ada yang disilangkan antara :

  1. Puter x derkuku
  2. Puter x merpati
  3. Puter x cuhu
  4. dll
kali ini di kandang kitat mas bird farm karangpuri wonoayu sidoarjo telah sold out burung puter pelung trah putih dari jogja dengan harapan semoga cocok pada juragan barunya dan bisa berlembang, aamiin


KItat Mas BF 135 Puter Pelung Putra Mahkota Lahir 22 Maret 2020 bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW


Puter Pelung Kitat Mas BF 135
22 Maret 2020 bertepatan dengan Isro' Mi'roj telah menetas burung puter pelung ring kitat mas bird farm nomor 125 dengan indukan jantan ring Wage 52 dan indukan betina ring NIF 074. Dengan kolaborasi suara menggelegar dan suara panjang semoga niru indukannya

Kitat Mas Bird Farm 135 | Puter Pelung SUara ngelik panjang seperti bayi nangis | Lahir 22 Maret 2020 bertepatan dengan Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW

Kali ini kandang KItat Mas Bird Farm berhasil experimen mengeluarkan puter pelung dengan umur masih mudah 3.5 bulan yang sudah kepantau bunyi ngelik panjang dan berirama, trah ini akan dikembang lagi sehingga kan menjadi trah yang lebih bagus lagi

11-03-2020 | Kitat Mas BF | Sold Out 4 Derkuku Ring Kitat Mas BF ke Malang

Sold Out ke Malang Jatim
Berawal dari hobby burung kicauan alias kicau mania seperti murai batu, cicak hijau, kacer yang di milikinya dengan sekejab Bpk. Mustakim Pemilik Cita Karya Art bergerak dibidang Arsitektur dan pembuatan Kubah telah berputar balik ke burung anggunan (derkuku), dilansir dari bapak tersebut memiliki anggunan itu menenangkan adem mendengar suaranya, dilansir dari bapak mustakim malang.
Pada hari Rabu, 11 Maret 2020 telah sold out 4 derkuku ke Bpk. Mustakim Malang yang saat itu diambil anak buahnya yang sedang kirim ke area Surabaya.

08-03-2020 | Kitat Mas BF | Sold Out Cuhu Violet dari Kandang Kitat Mas Bird Farm Karangpuri

Sold Out Cuhu Vio ke Surabaya
Cuhu Vio Kandang Kitat Mas BF
Hybrid yang satu ini sangat elegan seperti derkuku leopard yang harganya selangit mencapai 2.5 - 5 juta rupiah, ciri-ciri cuhu violet bisa dilihat dengan kasat mata ada warna vio bergaris atau bintik hitam dan berleher seperti derkuku.

Netasnya Derkuku Klantan Ring Kitat Mas BF 133 - 134

Kandang Kitat Mas Bird Farm
Derkuku klantan Ring 133-134 dari kandang Kitat Mas Bird Farm Karangpuri, Wonoayu, Sidoarjo menetas pada hari kamis legi, 05 Maret 2020 derkuku tersebut bukanlah derkuku klantan abal-abal. Tetasan tersebut dari indukan diatasnya/saudaranya seharga 15 juta rupiah dengan derkuku klantan jantan dari Ring Alam Semista Blitar dan Ring Xelien-Sidoarjo (Juara Jayandaru Cup III Surabaya-Lomba tingkat Nasional) dengan memboyong 5 burung sekaligus juara semua.
Anakan derkuku klantan sudah di incar oleh salah satu pengurus Puter Pelung Jatim sekaligus sebagai Jurinya, kabar ini dilansir dari "AY" yang tak mau disebut namanya, katanya akan sowan ke kandang Kitat Mas Bird Farm tapi sungkan dan akan inden anakan dari Ring Alam Semista, Xelien dan New AGS yang sudah jadi indukan kitat mas bf. 





Kandang Kitat Mas Bird Farm Kedatangan Tamu Istimewa

Sabtu, 15 Februari 2020 Kandang Kitat Mas Bird Farm Karangpuri Wonoayu Sidoarjo Kedatangan tamu Istimewa Bpk.Yusni dari buduran Senior babat alas Puter Pelung Jatim dan P4SI serta Derkuku Jatim PPDSI, beliau sosok yang rama dan banyak membagi wawasan dan ilmu mengenai beternak anggunan seperti burung puter (lokal/pelung), derkuku ( lokal/klantan), Perkutut (lokal, bangkok dan warna).
Saya Masroni Alkitat sebagai pemilik kandang Kitat Mas Bird Farm sangat gembira dan bangga atas kedatangan beliau, semoga kedatangannya membawa berkah, aamiin.

Spesies Derkuku | Puter | Perkutut

Di Indonesia sendiri sudah terdapat 18 spesies dari 41 spesies yang tersebar. Beberapa spesies burung yang derkuku sudah tersebar di Indonesia antara lain :

1. Kelompok Ptilinopus (katik-katikan)

Indonesia memiliki sekitar 25 jenis burung katik-katikan. Burung ini biasa ditemukan di pohon rindang. Burung katik-katikan tergolong jnis burung yang sangat sulit sekali untuk ditangkap dan dijinakkan. Makanan kesukaan burung katik-katikan ini berupa biji-bijian. Selain itu burung katik-katikan memiliki bentuk tubuh dan panjang sama dengan burung derkuku, yakni sekitar 12-33 cm.

2. Kelompok Treron (punai-punaian)

Kelompok treron yang tersebar di Indonesia sekitar 13 jenis. Burung ini biasa hidup di pohon yang lebat dan berkelompok. Jenis burung yang tergolong burung treron antara lain Treron capellei (punai besar), Treron bicincta (punai dada oranye), Treron olax (punai kecil), Treron curvirostra (punai paruh tebal), dan Treron griseicauda (punai manten). Burung treron juga sangat liar dan penakut, serta memiliki panjang tubuh sekitar 20-35cm. :

3. Kelompok Macropygia (uncal-uncalan)

Jenis burung macropygia di Indonesia berjumlah sekitar 6 jenis. Salah satu jenisnya adalah Macropygia unchall  (uncal, merpati hutan). Di Indonesia burung merpati hutan banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali, dan burung ini hidup di alam bebas secara berpasangan. Burung merpati hutan memiliki tubuh dengan panjang sekitar 40 cm, dan sifatnya yang sangat liar serta penakut. Warna dasar bulu pada tubuhnya yaitu warna cokelat dengan bercak-bercak hitam, pada bagian kepala sampai leher berwarna cokelat polos. Burung merpati hutan sangat menyukai  makanan berupa biji-bijian dan buah-buahan, serta selalu membangun sarang secara bersamaan, dengan mengelurkan telur hanya dua butir.

4. Kelompok Ducula (pergam-pergaman)

Jenis ducula di Indoensia sekitar 25 jenis, salah satunya adalah Ducula badia (pergam gunung, Ducula aenea (pergam hijau), Ducula bicolor (pergam putih), dan Ducula pickeringi (pergam pulau). Burung ini memilki  ukuran tubuh yang besar, dengan panjang tubuh sekitar  45 cm, dengan warna punggung cokelat kemerahan dan ujung ekor berwarna kelabu. Burung ini memiliki suara yang merdu  dan dia sangat menyukai makanan berupa buah-buahan kecil.

5. Kelompok Goura (mabruk-mabrukan)

Indonesia memiliki jenis goura sekitar 3 jenis, antara lain Goura victoria, Goura cristata, dan Goura caronata. Biasanya burung ini disebut dara mahkota. Ciri burung ini salah satunya adalah pada bagian di atas kepalanya terdapat bulu yang bentuknya menyerupai kipas. Burung goura adalah jenis burung merpati-merpatian dan  memiliki ukuran tubuh terbesar, dengan panjangnya sekitar 70 cm.

6. Kelompok Columba (merpati-merpatian)
Jenis columbu di Indonesia berjumlah sekitar 2 jenis, salah satunya adalah Columba domestica (merpati jinak) dan Columba livia (merpati batu karang). Seringkali burung jenis ini berkembang biak dan dipelihara oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai merpati balap, merpati hias, merpati pos, merpati kupu-kupu, dan sebagainya.

7. Kelompok Geopelia (perkutut-perkututan)

Jenis geopelia di Indonesia berjumlah sekitar 3 jenis. Adapun burung yang termasuk kelompok geopelia adalah Geopelia striaia (perkutut belang), Geopelia humeralis (perkutut besar), dan (Jt’opt’lia cuneata (perkutut tutul).

8. Kelompok Caloenas (junai-junaian)
Jenis burung yang termasuk kelompok caloenas hanya satu jenis, yaitu Caloenas micobarica (dara mas). Jenis burung ini hanya berada di pulau Irian.

9. Kelompok Streptopelia (tekukur-tekukuran)
Jenis Streptopelia di Indonesia sekitar dua jenis, yakni Streptopelia bitorguata (puter) dan Streptopelia chinensis (derkuku). Untuk burung puter memiliki ukuran tubuh dengan panjang 29 cm, warna bulunya cokelat muda keabu-abuan, dan memiliki dua buah kalung berwarna putih diatas dan hitam dibawah dibagian tengkuknya, serta mudah jinak. Burung putar sangat menyukai makanan berupa biji-bijian, seperti gabah, dan jagung.

Kitat Mas BF | Netasnya Puter Pelung Ring 127-128 dari Indukan sang juara

Kitat Mas Bird Farm Karangpuri Wonoayu Sidoarjo
Beternak burung anggunan yang menguntungkan Puter Pelung dengan banyak even-even perlombaan di indonesia yang di dominasi P4SI dan P5SI yang lagi buming. Telah lahir puter pelung dengan :

Nama Ring : Kitat Mas BF
Nomor Ring : 127 - 128
Tanggal lahir : 25 Januari 2020 (Tahun Baru Imlek)
Kandang : Kerajaan Cinta (MAS 117)

semoga kelahirannya bisa mewarisi indukannya yang laku 22 juta rupiah

Kitat Mas BF | 02 Februari 2020 Ring 131-132 Menetas dari Indukan Wage x GSM


02 Februari 2020 menjadi momen penting bagi Kitat Mas Bird Farm karena telah menetas dari Indukan Wage (Sang Juara Pelung) x GSM (Pelung Solo) dengan data :

Nama Ring : Kitat Mas BF
Nomor Ring : 131-132
Tangal Lahir : 02 Februari 2020 atau 02-02-2020 (nomor tanggal cantik)
Kandang : Kerajaan Cinta (MAS 116)

pada tahun 2020 ini para perternak puter pelung sedang tekun-tekunnya karena telah viral ada puter pelung laku 100 juta atau Rp. 100.000.000 dengan nama Bendrat dengan pemilik Bapak : Isnawan Jati semoga bisa mengangkat peternak puter pelung

Harga Standar Berbagai Burung Puter (Puter Lokal, Puter Warna, Puter Jambul dan Puter Pelung)

Dalam dunia anggungan derkuku, puter dan perkutut perlu adanya kesepakatan harga untuk mempermudah peternak dan pembeli dalam suatu transaksi. Berikut harga standard Tahun 2020 dari berbagai bird farm :



No Burung  Harga 
1 Puter Blorok Rp    250,000 s/d Rp       400,000
2 Puter Brenggolo Rp    250,000 s/d Rp       500,000
3 Puter Geni Rp    100,000 s/d Rp       250,000
4 Puter Jambul Blorok Rp    400,000 s/d Rp       750,000
5 Puter Jambul Putih Mata Hitam Rp    500,000 s/d Rp    1,000,000
6 Puter Jambul Putih Mata Merah Rp    750,000 s/d Rp    1,500,000
7 Puter Lokal Coklat Rp      50,000 s/d Rp       150,000
8 Puter Lokal Putih Mata Hitam Rp      75,000 s/d Rp       200,000
9 Puter Lokal Putih Mata Merah Rp    100,000 s/d Rp       200,000
10 Puter Pelung Coklat Mata Hitam Rp    250,000 s/d Rp       750,000
11 Puter pelung Coklat Mata Merah Rp    400,000 s/d Rp    1,000,000
12 Puter Pelung Pink/Violet Rp    500,000 s/d Rp    1,000,000
13 Puter Pelung Putih Mata Hitam Rp    500,000 s/d Rp    2,000,000
14 Puter Pelung Putih Mata Merah Rp    750,000 s/d Rp    3,000,000
15 Puter Putih Kalung Hitam (Ivory) Rp    150,000 s/d Rp       300,000
16 Puter Silangan Pelung x Lokal Rp    100,000 s/d Rp       250,000
17 Puter Tangerine/Irak Rp      50,000 s/d Rp       150,000
18 Puter Violet Rp    250,000 s/d Rp       500,000



* Kualitas Suara akan mempengaruhi harga
* Harga siapan atau indukan akan lebih mahal

Harga ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kesepakatan berikutnya. Saran dan Kritik bisa melalui komentar pada blog atau web ini, terima kasih

Puter Pelung Ring Kitat Mas BF 003-004 dari Indukan Pelung Ring SPN Jogja x Ring Xelien | 09-11-2019

Ring Kitat Mas BF 003 - 004
Dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 09 November 2019 bertepatan juga dengan netasnya puter pelung Ring Kitat Mas 003 dan 004 dari Indukan Puter Pelung Ring SPN 45 x Ring Xelien sang juara. Diharapkan anakannya lebih bagus dari indukannya.

KItat Mas BF | Cara Mengatasi Burung Yang Terkena Penyakit Cacingan | Nyekukruk

Kitat Mas Bird Farm
Dalam dunia anggunan atau kicau mania, jika Sobat kurang menjaga kebersihan sangkar / sangkar, juga asesoris di dalamnya seperti wadah pakan / minuman dan tangkringan, serta kebersihan pakan dan air minum, potensi burung memiliki cacingan akan lebih besar dari sobat yang rajin menjaga kebersihan. Cacing bisa ditimbulkan pada semua jenis burung, Gejala dan perawatan juga beragam karena penyebabnya tidak selalu sama, terutama spesies cacing yang masuk ke saluran pencernaan dan organ lainnya. Meski bisa mempengaruhi semua jenis burung, masih banyak penggemar burung yang tidak menyadari bahwa burung tersebut sedang diserang oleh cacing dan berpikir itu normal. Akibatnya, burung menjadi lebih kurus meski nafsu makannya masih bagus.

Diakui, masih banyak penggemar burung (juga ayam bangkok) yang menyediakan obat cacing bagi manusia untuk burung yang sedang cacing. Jika Anda kebetulan menemukan produk yang tepat, mungkin tidak terlalu merepotkan. Masalahnya, sebagian besar produk obat cacing untuk manusia terlalu sulit bagi burung. Ya, namanya saja dirancang untuk manusia, di mana organ pencernaannya bisa 10 kali lebih besar dari pada tubuh burung.

Akibatnya, tidak sedikit perawatan model trial and error ini menyebabkan kesalahan selamanya, alias burung mengalami kematian. Bagaimana dosis obat cacing untuk manusia bisa diaplikasikan pada burung, sejauh ini Anda tidak akan pernah menemukan formula yang tepat. Karena dirancang untuk manusia, bukan untuk burung. Ini harus menjadi kesadaran awal, bahwa burung perlu diobati melalui pendekatan burung yang khas, bukan pendekatan manusia biasa.

Memang, sebagian besar spesies cacing yang ditemukan di organ pencernaan burung juga bisa ditemukan di organ pencernaan manusia, seperti cacing pita dan cacing gelang. Tapi metode pemberantasannya sangat berbeda, terutama dalam dosis.

Beberapa penyebab burung cacingan
 
Penyebab cacingan usus bervariasi, namun yang kerap dialami burung adalah kondisi sangkar / kandang yang kotor. Apalagi kalau burung sering menghabiskan waktu di lantai / dasar sangkar kotor. Cacing juga bisa menyerang burung saat mereka makan kotoran, atau memberi makan serangga serangga dan larva cacing yang terinfeksi, dan dari air minum yang terkontaminasi.

Gejala umum burung cacingan adalah :
 
Burung yang memiliki cacing biasanya terlihat seperti burung normal, karena nafsu makannya masih bagus. Hanya saja Anda harus curiga jika nafsu makan burung masih bagus, tapi burung terlihat kurus. Selain itu, gejala lain yang mudah diperhatikan adalah burung cenderung malas, sering terlihat mengantuk bahkan di siang hari, dan sering mengembangkan bulu.

Gejala ini sangat mirip dengan burung yang nyekukruk karena menderita penyakit lain. Bedanya, burung nyukukruk karena cacing usus masih memiliki nafsu makan yang baik. Sebaliknya, burung hidung karena penyakit lain cenderung malas makan. Ini menjadi sinyal awal untuk mendeteksi kemungkinan burung yang menderita cacingan.

Gejala burung cacing lainnya sering muntah makanan yang sudah masuk ke mulutnya. Tapi gejala seperti itu biasanya terjadi jika burung memiliki cacing dalam waktu lama atau kronis, terutama jika terinfeksi cacing cacela / cacing bakar dan cacing rambut / hairworm. Karena penyebab cacingan usus ditentukan oleh jenis cacing yang tidak selalu sama, maka gejala dan pengobatan klinis juga berbeda.

Mencegah burung mendapatkan cacingan
 
Pencegahan burung berkicau, serta tidak berkicau seperti perkutut, derkuku, puter, merpati, dan burung hias, dari serangan cacing tentu tidak bisa lepas dari kebiasaan kita dalam merawat burung.
Kata kuncinya adalah menjaga kebersihan, termasuk kebersihan kandang, kebersihan sangkar / kandang aksesoris (tangkringan, wadah pakan, wadah minuman, dan mainan untuk burung beo), dan kebersihan pakan dan air minum.
Prioritas Pertama adalah

mungkin karena kesibukan Anda, pastikan air yang diberikan kepada burung adalah air matang, terutama jika Anda menggunakan air keran dan air sumur. Lebih aman menggunakan air kemasan asli (galon). Tapi biaya ini cukup berat, jadi minimal pemakaian kebersihan air kemasan isi ulang.

Prioritas kedua adalah 

menjaga kebersihan kandang / sangkar. Selain rutin membersihkan sekali sehari, atau setidaknya dua hari sekali, usahakan setiap minggu sekali disemprot dengan desinfektan khusus untuk burung.

Di Indonesia tidak banyak produk yang tersedia seperti ini. Tapi di luar negeri, terutama di Eropa, Amerika dan Australia, hampir semua peternak unggas menggunakan unggas desinfektan khusus.
Salah satu desinfektan khusus di negara ini adalah bakteri, jamur, dan parasit FreshAves seperti kutu, tungau, dan cacing, termasuk larva dan telur.

Cara penggunaannya sangat mudah. Ambil 5 gram bubuk FreshAves, lalu masukkan 1 liter air. Aduk hingga merata, dan tuangkan ke dalam botol sprayer. Semprot cairan di semprotan ini ke semua bagian kandang, termasuk di sela-sela kandang, untuk memastikan semua agen penyakit mati.

Tindakan ketiga adalah 

menjaga kebersihan pakan. Untuk burung berkicau yang terbiasa dengan cacing tanah, pastikan cacing tersebut telah dicelupkan ke dalam air bersih sebelum mereka diberikan kepada burung tersebut. Ini untuk menghilangkan kotoran termasuk telur yang menempel pada tubuh sebelum diberikan pada burung.

Mengobati burung yang sudah cacingan
 
Jika burung tersebut sudah terinfeksi cacing, alias cacing usus, dengan gejala awal seperti yang dijelaskan di atas, maka tindakan yang dilakukan tidak akan mau mengobatinya. Di pasaran banyak ditemukan berbagai jenis obat cacing untuk burung. Ingat, dianjurkan untuk tidak menggunakan obat cacing manusia. Anda bisa menggunakan produk yang Anda percaya afdol, termasuk AscariStop yang telah digunakan ratusan ribu kicaumania di seluruh Indonesia.

AscariStop bisa digunakan untuk menyembuhkan burung yang telah terinfeksi dengan semua jenis cacing, kecuali cacing khusus yang menyerang mata (Oxyspirura mansoni). Dalam kasus ini, Anda bisa menggunakan solusi Cresol 5% yang bisa dibeli di apotek. Sederhananya 1-2 tetes larutan Cresol 5% pada mata burung, biarkan 2-3 menit. Tak lama kemudian, cacing hidup di kelopak mata akan mati. Kemudian bersihkan mata dengan aquadest distilat (juga bisa dibeli di apotek terdekat) agar larutan Cresol tetap hilang. Selanjutnya, jangan terbiasa makan burung atau diberi makan kecoak atau kecoak yang sering digunakan sebagai tuan rumah cacing mata.

Di luar cacing pada kelopak mata, Anda bisa menggunakan AscariStop untuk semua jenis cacing di saluran pencernaan. Gunakan sebagai dosis yang dianjurkan. Khusus untuk pencegahan, Anda bisa menggunakannya sebulan sekali.  Tapi untuk perawatan, gunakan 3 hari berturut-turut, lalu diulang seminggu kemudian selama 3 hari berturut-turut juga. Jangan terlalu berlebihan memberi cacing ke burung, karena akan membuat sistem pertahanan burung kebal terhadap obat ini. Karena itu, untuk tindakan pencegahan, Om Kicau cukup menyarankan sebulan sekali.

Upaya pengobatan ini juga harus disertai dengan tindakan pengobatan lainnya, termasuk:
 
Selama masa perawatan, simpan burung di sangkar / sangkar atas mengingat lampu sebagai penghangat. Untuk membantu mengembalikan berat unggas yang kurus akibat cacingan, sediakan makanan bergizi. Misalnya memberi pakan biasa yang diberikan untuk menggulingkan burung (di pasaran banyak pakan lolohan dijual).

Antibiotik bisa diberikan jika perlu, terutama pada unggas yang terinfeksi cacing ampela. Konsultasikan dengan dokter hewan tentang jenis antibiotik yang cocok untuk unggas domestik.

Dari semua penyebab cacingan, salah satu yang terpenting adalah menjaga kebersihan kandang / sangkar beserta asesorisnya, serta kebersihan pakan dan air minum. Jika ini diterapkan, Anda tidak perlu khawatir burung memiliki cacing. 

30-09-2019 | Lounching Kandang Baru Kitat Mas Bird Farm Karangpuri, Wonoayu, Sidaorjo

30 September 2019 | Lounching Kandang Kitat Mas Bird Farm
 Pelestarian burung anggunan seluruh Indonesia sangatlah penting karena menjaga keseimbangan alam sekitar dan menjaga agar aset Negara Indonesia tidaklah punah, mari kita menjaga dan mengembangakan aset ayng berupa burung anggunan didalam hati tenang negara ikut senang. 
Dilansir dari beberapa suhu dan master burung anggunan rata-rata beliau begitu tenang dan santai hidupnya jalaran mengembang hobby melaui burung anggunan diantaranya :
  1. Derkuku Lokal
  2. Derkuku Klantan
  3. Derkuku Blorok
  4. Derkuku Warna
  5. Puter Lokal
  6. Puter Putih Lokal
  7. Puter Pelung
  8. Puter Thailand
  9. Puter Arab/Tangerin
  10. Perkutut Lokal
  11. Perkutut Bangkok
  12. Perkutut Warna
  13. Sinom Putih
  14. Sinom Biasa
  15. Cuhu
  16. Cuhu Violet
  17. Cuhu Tangerin
  18. Cuhu Puter Geni
  19. Cuhu Blorok
  20. dan lain-lain

Kitat Mas BF | Experimen Derkuku Lokal x Derkuku Lokal Blorok

Kitat Mas BF | Derkuku Lokal Blorok
Pengujian materi indukan derkuku pada kandang Kitat Mas Bird Farm di area Karangpuri, Wonoayu, Sidoarjo, kali ini dengan bibit Jantan : Derkuku Lokal Betina : Derkuku Lokal Blorok. Diharapkan akan menjadi bibit yang menetaskan derkuku blorok lokal dengan suara khasnya, Derkuku Kuk Kuk Kuk bisa kuk ! Kuk 2 atau Kuk 3 ata bisa jadi Sandung atau Tumpangsari.
















Kitat Mas BF - Bird Farm | 19-09-2019 Netasnya Sang Juara Puter Pelung dari Indukan Hebat

Ring Kitat Mas BF 001 dan 002
Kamis, 19 September 2019 telah menetas Burung Puter Pelung trah juara dari kandang Kitat Mas Bird Farm Karangpuri, Wonoayu, Sidoarjo, dengan identitas sebagai berikut :

Anak :
Jantan (J) : Ring Kitat Mas BF 001
Betina (B) : Ring Kitat Mas BF 002





Silsilah Indukan :
Jantan (J)   : RingPPDSI SPN 43
Betina (B)  : Ring Xelien 199 --> J : Badai 18 -  B : HUA --> J : NIF 341 - B : NIF 612









Jurnalistik : Masroni Alkhitat, S.Kom

Kitat Mas BF | Sejarah Derkuku Putih yang lagi dicari

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang peternakan burung anggunan, tercetus derkuku putih yang sangat anggun yang harganya selangit bisa mencapai 5 juta keatas. Prospek peternak sangat menghendaki hasil persilangannya menjadi derkuku putih.
Berikut urutan persilangan sehingga muncul Hybrid derkuku putih :
1. Derkuku Jantan x Puter Putih Betina = Cuhu 
2. Derkuku Jantan x Cuhu Betina = Sinom Putih
3. Derkuku Jantan x Sinom Putih = Derkuku warna

jadi dengan persilangan tersebut bisa menghasilkan derkuku warna kemungkinan akan muncul derkuku putih tergantung gennya. 
Dilansir oleh : Masroni Alkhitat, S.Kom

Kitat Mas BF | Derkuku Blorok yang lagi viral dan buming

Hobi buurng derkuku kian semarak pendatang baru silih berganti ada yAng pengin memlihara karena untuk lomba, memiliki hanya sebagai burung kelangenan.
untuk ternak dan juga untuk burung tunggu rumah atau sebagai peliharaan rumahan. Salah satu burung derkuku yang banyak di cari dan bukan burung lomba adalah derkuku berwarna blorok atau memilliki warna bulu putih coklat di sayap atau dada, dan di punggungnya.
Derkuku blorok memiliki kelebih sebab jika tepat dan pas bisa menghasilkan warna yang apik dan bisa menjadi burung derkuku hias dan rumahan.
Kanto pemiliki kidung bird farm Sleman saat awak media ini menyambangi farmnya ternyata Kanto memiliki satu ekor burung derkuku blorok coklat dan putih.
Burung hanya bintik -bintik aja tapi kenapa kok derkuku blorok jadi incaran para penghobiis kata Kanto.
seraya menunjukan kandang ternaknya soal harga memang lebih murah dari harga burung derkuku lomba namun tak bisa di pungkiri keberadaan burung derkuku warna sangat menarik terutama dari segi bisnis










sumber  : https://www.majalahburungpas.com/news-derkuku/derkuku-blorok-kian-di-cari.html

Kitat Mas BF | Jenis_jenis Burung Derkuku | Tekukur | Deruk

Kitat Mas BF | Derkuku Mistis Jawa
Burung derkuku adalah burung yang masuk famili Columbidae (merpati). Negara bagian Asia tenggara sampai Australia adalah negara yang memiliki spesies merpati yang paling besar. Di Indonesia sendiri sudah terdapat 18 spesies dari 41 spesies yang tersebar. Beberapa spesies burung yang derkuku sudah tersebar di Indonesia antara lain :

1. Kelompok Ptilinopus (katik-katikan)

Indonesia memiliki sekitar 25 jenis burung katik-katikan. Burung ini biasa ditemukan di pohon rindang. Burung katik-katikan tergolong jnis burung yang sangat sulit sekali untuk ditangkap dan dijinakkan. Makanan kesukaan burung katik-katikan ini berupa biji-bijian. Selain itu burung katik-katikan memiliki bentuk tubuh dan panjang sama dengan burung derkuku, yakni sekitar 12-33 cm.

2. Kelompok Treron (punai-punaian)

Kelompok treron yang tersebar di Indonesia sekitar 13 jenis. Burung ini biasa hidup di pohon yang lebat dan berkelompok. Jenis burung yang tergolong burung treron antara lain Treron capellei (punai besar), Treron bicincta (punai dada oranye), Treron olax (punai kecil), Treron curvirostra (punai paruh tebal), dan Treron griseicauda (punai manten). Burung treron juga sangat liar dan penakut, serta memiliki panjang tubuh sekitar 20-35cm. :

3. Kelompok Macropygia (uncal-uncalan)

Jenis burung macropygia di Indonesia berjumlah sekitar 6 jenis. Salah satu jenisnya adalah Macropygia unchall  (uncal, merpati hutan). Di Indonesia burung merpati hutan banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali, dan burung ini hidup di alam bebas secara berpasangan. Burung merpati hutan memiliki tubuh dengan panjang sekitar 40 cm, dan sifatnya yang sangat liar serta penakut. Warna dasar bulu pada tubuhnya yaitu warna cokelat dengan bercak-bercak hitam, pada bagian kepala sampai leher berwarna cokelat polos. Burung merpati hutan sangat menyukai  makanan berupa biji-bijian dan buah-buahan, serta selalu membangun sarang secara bersamaan, dengan mengelurkan telur hanya dua butir.

4. Kelompok Ducula (pergam-pergaman)

Jenis ducula di Indoensia sekitar 25 jenis, salah satunya adalah Ducula badia (pergam gunung, Ducula aenea (pergam hijau), Ducula bicolor (pergam putih), dan Ducula pickeringi (pergam pulau). Burung ini memilki  ukuran tubuh yang besar, dengan panjang tubuh sekitar  45 cm, dengan warna punggung cokelat kemerahan dan ujung ekor berwarna kelabu. Burung ini memiliki suara yang merdu  dan dia sangat menyukai makanan berupa buah-buahan kecil.

5. Kelompok Goura (mabruk-mabrukan)

Indonesia memiliki jenis goura sekitar 3 jenis, antara lain Goura victoria, Goura cristata, dan Goura caronata. Biasanya burung ini disebut dara mahkota. Ciri burung ini salah satunya adalah pada bagian di atas kepalanya terdapat bulu yang bentuknya menyerupai kipas. Burung goura adalah jenis burung merpati-merpatian dan  memiliki ukuran tubuh terbesar, dengan panjangnya sekitar 70 cm.

6. Kelompok Columba (merpati-merpatian)

Jenis columbu di Indonesia berjumlah sekitar 2 jenis, salah satunya adalah Columba domestica (merpati jinak) dan Columba livia (merpati batu karang). Seringkali burung jenis ini berkembang biak dan dipelihara oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai merpati balap, merpati hias, merpati pos, merpati kupu-kupu, dan sebagainya.

7. Kelompok Geopelia (perkutut-perkututan)

Jenis geopelia di Indonesia berjumlah sekitar 3 jenis. Adapun burung yang termasuk kelompok geopelia adalah Geopelia striaia (perkutut belang), Geopelia humeralis (perkutut besar), dan (Jt’opt’lia cuneata (perkutut tutul).

8. Kelompok Caloenas (junai-junaian)

Jenis burung yang termasuk kelompok caloenas hanya satu jenis, yaitu Caloenas micobarica (dara mas). Jenis burung ini hanya berada di pulau Irian.

9. Kelompok Streptopelia (tekukur-tekukuran)

Jenis Streptopelia di Indonesia sekitar dua jenis, yakni Streptopelia bitorguata (putar) dan Streptopelia chinensis (derkuku). Untuk burung putar memiliki ukuran tubuh dengan panjang 29 cm, warna bulunya cokelat muda keabu-abuan, dan memiliki dua buah kalung berwarna putih diatas dan hitam dibawah dibagian tengkuknya, serta mudah jinak. Burung putar sangat menyukai makanan berupa biji-bijian, seperti gabah, dan jagung.


sumber : https://www.jitunews.com/read/3914/yuk-kenali-jenis-jenis-burung-derkuku

Kitat Mas BF | Mitos Burung Puter Putih atau Burung Puter Pelung Putih

Kitat Mas BF | Burung Anggunan Pelung Putih Mata Merah
Seringkali kita mendengar mitos-mitos yang ada di indonesia terutama orang jawa . Bahkan dari Burung anggunan pun ada mitosnya,baik itu Puter Lokal atau pun Puter Pelung, keduanya sudah ada yang berwarna Albino / Putih. Baik puter putih (PP) dan Puter Pelung Putih (PPP) mulai banyak peminatnya. Faktor warna memang bisa menjadi nilai tambah tersendiri bagi peminat burung tersebut. Dari warna yang polos putih, bisa menaikan pamor nilai jual burung puter.
Belum lagi jika ditambah adanya bola merah mata, atau mata merah pada burung puter putih, harga akan semakin mahal. Karena sangat sulit untuk menangkar hingga menghasilkan anakan jenis ini. Selain mempunyai corak warna yang unik, puter putih ini sangat cocok untuk digantang di depan rumah, dengan alunan yang sama, namun akan tampak kewibawaannya burung tersebut. Tidak heran banyak orang jatuh hati untuk memiliki burung ini setelah melihat keeloknya dan kecantikannya.

Baik jantan ataupun betina, puter putih dan puter pelung putih mampu memikat hati setiap orang yang melihatnya. Harga puter putih lokal bisa mencapai Rp 300.000,/pasang, sedangkan puter pelung putih bisa mencapai Rp 1.000.000,/pasang. Belum ditambah faktor kualitas suara dan postur tubuh. Akan menambah nilai jual burung tersebut.

Para pecinta anggungan, atau mereka yang ingin berternak puter untuk bisnis sampingan, mulai melirik dan mengembangkan berbagai warna jenis dari burung puter. Tak heran burung puter putih akan menjadi primadona di waktu akan datang.

Mitos Burung Puter Putih

Mitor ini bisa menjadi sebuah kenyataan, jika kita tekun dalam merawat burung puter putih kita. Burung Puter Putih membawa kelancaran rejeki pemiliknya. Yaa .. tentu benar apa yang dikatakan banyak orang. Bagaimana tidak, peluang usaha dalam breeding burung puter ini masih besar. Dimana masih sedikit breeder yang menggeluti burung anggungan, terutama burung puter putih. Karena kita tahu, burung puter lebih banyak dipandang sebelah mata, hanya sebagai pelengkap anggungan di rumah, ataupun sebagai foster untuk burung derkuku dan perkutut.

Oleh sebab itu, dengan berternak secara serius, dan mempunyai banyak stock burung puter putih, akan menjadi jalan mendulang rejeki. Harga jual yang lebih tinggi dibanding burung puter lokal warna cokelat.

Rasa senang, hobi akan membawa rejeki baru. Selamat berternak burung anggungan khas Indonesia.Mari lestarikan aset Indonesia melalui ternak anggunan. Cintai produk indonesia, jika bukan kita siapa lagi.

Kitat Mas BF | Experimen Persilangan Burung Anggunan

Daftar hasil persilangan burung anggunan dari berbagai sumber :




Persilangan Derkuku/Tekukur

  1.  Derkuku x Puter Coklat = Cuhu Coklat (F1)
  2.  Derkuku x Puter Putih= Cuhu Putih (F1)
  3.  Derkuku x Cuhu Coklat = Sinom Coklat ( F2)
  4.  Derkuku  x Cuhu Putih = Sinom Putih (F2)
  5.  Derkuku x Sinom = Derkuku Halus ( F3)
  6.  Derkuku x Sinom Putih = Derkuku Warna (F3)
  7. dan seterusnya
Persilangan Burung Puter :
  1.  Puter Coklat x Puter Putih = Puter Irak/Tangerin
  2.  Puter Coklat/Putih x Merpati = Merpater
  3.  Puter Irak x Puter Putih= Puter Coklat bodi besar
  4.  Puter Pelung x Puter Lokal = Puter Pelung Loka
Persilangan Campuran :
  1.  Merpati x Cuhu Coklat = MerpaCu
Bagi master2/Suhu2 Anggunan mohon merevosi atau melengkapi artikel ini melalui kolom komentar, terima kasih (17/08)

Redaksi ; Masroni Alkhitat, S.Kom

Kitat Mas BF | Persilangan Derkuku x Burung Puter Violet

Untuk menjadi peternak Anggunan dibutuhkan tak hanya niat tetapi harus ilmu yang matang supaya hasil memuaskan. Pada experimen kali ini indukannya antara Derkuku jantan dan Cuhu Violet (dari indukan Derkuku x Puter Violet) diharapkan hasil persilangan tersebut bisa menurunkan anakan Derkuku Leopard yang harganya selangit.
Berdasarkan informasi dari sang ahli maka jika lagi mujur gen nya akan menjadi leopard suara bagus. (17/08)


Reporter : Masroni Alkhitat, S.Kom

Kitat Mas BF | Kumpulan Bird Area Sidoarjo

Kumpulan daftar peternak burung anggunan ( Derkuku/Tekukur, Burung Puter, Perkut)  Kabupaten Sidoarjo diantaranya :

  1. Affan Bird Fam
  2. Al-Mubarok Bird Farm - Candi Sda
  3. ARB Bird Farm
  4. Bams2G Bird Farm
  5. CR7 Bird Farm
  6. Davi Bird Farm
  7. Denmas Bird Farm
  8. Gibran Bird Farm
  9. Hwa-Wan Bird Farm
  10. Ian Bird Farm
  11. Kitat Mas Bird Farm - Wonoayu
  12. Liem Bird Farm
  13. Opekz Bird Farm
  14. Ta'in Bird Farm
  15. Wafi Bird Farm
  16. Wage Bird Farm
  17. Xe-Lien Bird Farm
  18. Yugo Bird Farm
Jika ada Bird Farm Kawasan Sidoarjo yang belum terdata mohon tulis di kolom komentar dengan format :
Nama Bird Farm :
Lokasi Bird Farm  : 
Nomor telepon :
Terima kasih telah membantu dalam pendataan Bird Farm

Salam " Anggunan menambah Persahabatan"
(17/08)

Reporter : Masroni Alkhitat, S.Kom

Kitat Mas BF | Persilangan Burung Puter Arab/Tangerin x Puter Putih

KItat Mas BF
Percobaan-percobaan dilakukan dalam dunia anggunan, diantaranya Kitat Mas Bird Farm mencoba menyilangakan antara Burung Puter Arab/Tangerin Jantan dengan Burung Puter Putih Betina alhasil anakannya menjadi warna coklat puter dengan badan besar (Seperti gambar) dimungkinkan untuk periode berikutnya anaknya akan berbeda warna. (30/07) 




















Reporter : Masroni Alkhitat, S.Kom

Kitat Mas BF | Persilangan Derkuku Jantan x Sinom Putih

Jagad anggunan digemparkan dengan istilah derkuku putih atau sinom putih. Hal ini dikarenankan keuletan para peternak Indonesia dalam penelitiannya, diantaranya persilangan anggunan Derkuku jantan dengan Sinom Putih diharapkan akan menghasilkan Derkuku warna putih atau derkuku blorok. Para peternak sangat antusias karena harga pasaran bisa mencapai jutaan Rupih diantaranya Derkuku blorok bisa mencapai 1.5 Juta  - 5 Juta dan Derkuku Putih bisa mencapai 5 Juta - 20 Jutaan rupiah tergantung kualitasnya.
Dalam persilangan yang saya terapkan ini mudah-mudahan mendapat hasil yang maksimal diantaranya Derkuku Blorok atau Derkuku Warna Putih. (30/07)









Reporter : Masroni Alkhitat. S.Kom

Kitat Mas BF | Derkuku Bule/Blorok (persilangan Derkuku Lokal x Burung Puter)

Kitat Mas BF
burung derkuku memiliki suara yang khas dalam anggungannya. Burung ini juga memiliki suara yang enak di dengar tatkala mengeluarkan suaranya. Ketika di ternak, burung derkuku juga mampu berkembang dengan baik sehingga anakannyapun akan di dapat sesuai induk yang di silangkan bahkan ada yang lebih menarik baik dari segi suara maupun warna bulunya.
Burung derkuku seperti pada muatan ini hanyalah hal yang biasa seperti pada umumnya, namun agak terasa asing, manakala derkuku warna bulunya terlihat aneh dan mencolok
Derkuku ini tampak jelas berwarna Blorok atau peternak menamai derkuku Bule, karena warna bulunya ada yang berwarna putih dan coklat. Gambar di ambil dari peternak derkuku di Yogyakarta bapak Heri di Jl. Cendana, “Ia menyampaikan beternak burung derkuku merupakan hal yang biasa, namun saya kaget, karena salah satu anakannya bisa muncul derkuku Bule seperti ini “ujar Heri
Hadirnya derkuku blorok banyak memunculkan spekulasi bahwa beternak itu mudah juga sulit bagi yang tidak konsentrasi, terbukti bulu induk coklat, tetapi kok piyik malah blorok. Derkuku yang di kepalanya hanya satu warna dan memiliki sorot mata tajam serta unik ersebut, pernah ada yang nawar 5 jutaan, tapi tidak saya lepas “kata Heri.
Berbicara indukan, trah mbah-bahnya, memang silangan dari derkuku dan puter, induk puter yang berwarna putih, di kawin silang dengan derkuku yang berbulu coklat, mungkin itu penyebabnya bisa keluar cicit blorok “ungkapnya.
Burung derkuku asli Jawa/lokal di silang dengan puter, dan mengeluarkan suara angkatan depan, tengah,  serta ujung panjang yang di lombakan serta dikenal tersebut, hasil silangan yaitu tadi, jadi bukan Klantan, namun itu trah sinom “Pungkas Heri.

sumber : https://www.majalahburungpas.com/index.php?/news-derkuku/derkuku-bule-hasil-silangan-derkuku-lokal-dan-burung-puter.html

Kitat Mas BF | Persilangan Anggunan Terfenomenal | Merpati vs Cuhu = MerpaCu

Kitat Mas BF
Bebagai fenomenal burung anggunan yang di cloning oleh peternak adalah bentuk pelestarian alam melalui heman. Dalam bahasa peternakan diungkapkan sebagai burung silangan. Berikut persilangan antara Burung Merpati Jantan dengan Burung Cuhu (Anakan Derkuku x Puter) akan menjadi MERPACU, dilansir dari salah satu peternak hasil silangan ini sangat unik karena belum pernah ada dikalangan peternak. (30/7).




















Reporter : Masroni Alkhitat, S.Kom

KItat Mas BF | Puter Pelung | Harga | Filosofi

Kitat BF | Puter Pelung | Sidoarjo
Burung Puter atau juga dikenal dengan nama Dederuk jawa (Streptopelia bitorquata) adalah spesies burung dalam keluarga Columbidae (Merpati-Merpatian).  Jenis ini memiliki distribusi yang tidak merata , Dijumpai di Filipina dan Kepulauan Indonesia dari Sumatera, Jawa hingga Papua, tapi tidak ada di Kalimantan atau Sulawesi.

Burung Puter  telah tersebar hingga Guam dan Kepulauan Mariana Utara, namun populasi di Guam telah berkurang dengan adanya introduksi ular coklat pohon.Burung puter/dederuk jawa adalah burung yang mudah dipelihara, cocok bagi penggemar burung pemula.

Sejarah Puter Lokal, Sejarah Puter Pelung
Kitat BF | Sidoarjo | Puter pelung trah Juara |

Dipercaya burung puter telah didomestikasi oleh manusia selama kurang lebih 2000-3000 tahun. Menurut para ahli burung ini hasil domestikasi burung African Collared Dove (Streptopelia roseogrisea ). Burung ini didomestikasi awalnya untuk keperluan upacara keagamaan dan pertunjukan sulap, terutama yg bewarna putih.


Habitat alam burung puter atau dederuk jawa adalah hutan dataran rendah subtropis atau hutan dataran rendah tropis yang lembab dan hutan bakau subtropis atau hutan bakau tropis. Burung ini mudah didapat di kios atau pasar burung dan harganya relatif murah. Burung ini dalam kesehariannya jinak mudah akrab dengan manusia karena dipercaya di domestikasi ribuan tahun

Bentuk Fisik / Ciri-ciri Burung Puter
Ciri-Ciri yang paling mudah dikenal adalah adanya kalung hitam putih pada bagian lehernya.  Tubuh berukuran sedang (30 cm). Ekor panjang. Tubuh warna coklat kemerah-jambuan. Mirip Tekukur/Derkuku, perbedaan antara tekukur/derkuku biasa dengan burung puter/dederuk jawa adalah warna kepala lebih abu-abu.

Baca : Ciri-Ciri dan Cara Membedakan Jenis Kelamin Burung Puter

Bercak hitam pada sisi leher bertepi putih. Tidak berbintik putih. Bagian tengah membujur bulu ekor berwarna coklat. Kedua sisi bulu ekor abu-abu dengan tepi agak putih. Iris jingga, paruh hitam dengan pangkal merah, kaki merah keunguan. Suaranya adalah "Kuk... Keruk...kuk"

Makanan Burung Puter
Burung puter/dederuk jawa rajin bersuara, dan anggungannya khas ini membuat burung ini juga banyak di pelihara oleh masyarakat.  Disamping itu harganya juga cukup terjangkau.  Untuk makanan sehari-hari burung ini senang dengan bentuk biji-bijian seperti beras merah, jagung dan kacang hijau.  Meski dengan pakan yang minimalis namun burung tetap rajin bersuara.

Warna Burung Puter

Banyak dikenal pada awalnya hanya 2, yaitu burung puter putih, warna putih mulus (white color) dan puter coklat, warna coklat muda (blond color). Kemudian tahun 1950an didatangkan African Collared Dove dan disilangkan dengan burung puter (ringneck dove). Hasil dari persilangan ini menghasilkan burung puter berwarna coklat yg lebih gelap/coklat tua, yg kemudian diberi nama wild color

Varietas Baru Burung Puter

Semakin banyaknya mereka yang berusaha berternak dan mengembangkan burung ini, maka semakin banyak pula jenis-jenis burung puter yang akan kita temui. Mulai dibedakan dengan suara ataupun dari segi warna, sehingga banyak di kenal dengan jenis Varietas Baru Burung Puter dalam Anggungan dan Warna.

Dari segi suara yang saat ini ada, Puter lokal dan Puter Pelung yang beredar saat ini di Indonesia. Dan segi warna, Bond Color, White Color, Wild Color, Albino, Invory, Pied, Rosy, Tangerine, Frosty, Apricot, Ash, Blond Frosty, Bulleyed white, Ice, Light Ash, Orange, Orange Neck, Orange Pearl, Orange whiteback. Peach, Silver Ivory, Sunkist dan banyak lain varian warna baru. 
Sumber :http://puter-id.blogspot.com/2016/07/sejarah-burung-puter-dederuk-jawa-di.html

Popular Posts