Burung Puter atau juga dikenal dengan nama Dederuk jawa (Streptopelia
bitorquata) adalah spesies burung dalam keluarga Columbidae
(Merpati-Merpatian). Jenis ini memiliki distribusi yang tidak merata ,
Dijumpai di Filipina dan Kepulauan Indonesia dari Sumatera, Jawa hingga
Papua, tapi tidak ada di Kalimantan atau Sulawesi.
Burung Puter
telah tersebar hingga Guam dan Kepulauan Mariana Utara, namun populasi
di Guam telah berkurang dengan adanya introduksi ular coklat
pohon.Burung puter/dederuk jawa adalah burung yang mudah dipelihara,
cocok bagi penggemar burung pemula.
Sejarah Puter Lokal, Sejarah Puter Pelung
Dipercaya
burung puter telah didomestikasi oleh manusia selama kurang lebih
2000-3000 tahun. Menurut para ahli burung ini hasil domestikasi burung
African Collared Dove (Streptopelia roseogrisea ). Burung ini
didomestikasi awalnya untuk keperluan upacara keagamaan dan pertunjukan
sulap, terutama yg bewarna putih.
Habitat
alam burung puter atau dederuk jawa adalah hutan dataran rendah
subtropis atau hutan dataran rendah tropis yang lembab dan hutan bakau
subtropis atau hutan bakau tropis. Burung ini mudah didapat di kios atau
pasar burung dan harganya relatif murah. Burung ini dalam kesehariannya
jinak mudah akrab dengan manusia karena dipercaya di domestikasi ribuan
tahun
Bentuk Fisik / Ciri-ciri Burung Puter
Ciri-Ciri
yang paling mudah dikenal adalah adanya kalung hitam putih pada bagian
lehernya. Tubuh berukuran sedang (30 cm). Ekor panjang. Tubuh warna
coklat kemerah-jambuan. Mirip Tekukur/Derkuku, perbedaan antara
tekukur/derkuku biasa dengan burung puter/dederuk jawa adalah warna
kepala lebih abu-abu.
Baca : Ciri-Ciri dan Cara Membedakan Jenis Kelamin Burung Puter
Bercak
hitam pada sisi leher bertepi putih. Tidak berbintik putih. Bagian
tengah membujur bulu ekor berwarna coklat. Kedua sisi bulu ekor abu-abu
dengan tepi agak putih. Iris jingga, paruh hitam dengan pangkal merah,
kaki merah keunguan. Suaranya adalah "Kuk... Keruk...kuk"
Makanan Burung Puter
Burung
puter/dederuk jawa rajin bersuara, dan anggungannya khas ini membuat
burung ini juga banyak di pelihara oleh masyarakat. Disamping itu
harganya juga cukup terjangkau. Untuk makanan sehari-hari burung ini
senang dengan bentuk biji-bijian seperti beras merah, jagung dan kacang
hijau. Meski dengan pakan yang minimalis namun burung tetap rajin
bersuara.
Warna Burung Puter
Banyak
dikenal pada awalnya hanya 2, yaitu burung puter putih, warna putih
mulus (white color) dan puter coklat, warna coklat muda (blond color).
Kemudian tahun 1950an didatangkan African Collared Dove dan disilangkan
dengan burung puter (ringneck dove). Hasil dari persilangan ini
menghasilkan burung puter berwarna coklat yg lebih gelap/coklat tua, yg
kemudian diberi nama wild color
Varietas Baru Burung Puter
Semakin
banyaknya mereka yang berusaha berternak dan mengembangkan burung ini,
maka semakin banyak pula jenis-jenis burung puter yang akan kita temui.
Mulai dibedakan dengan suara ataupun dari segi warna, sehingga banyak di
kenal dengan jenis Varietas Baru Burung Puter dalam Anggungan dan
Warna.
Dari segi suara yang saat ini ada, Puter lokal dan Puter
Pelung yang beredar saat ini di Indonesia. Dan segi warna, Bond Color,
White Color, Wild Color, Albino, Invory, Pied, Rosy, Tangerine, Frosty,
Apricot, Ash, Blond Frosty, Bulleyed white, Ice, Light Ash, Orange,
Orange Neck, Orange Pearl, Orange whiteback. Peach, Silver Ivory,
Sunkist dan banyak lain varian warna baru.